![]() |
| Tangram Bujur Sangkar |
PENDAHULUAN
Dalam proses pembelajaran matematika di sekolah terdapat
beberapa permasalahan. Terkait dengan karakteristik matematika, objeknya yang abstrak, konsep dan
prinsipnya berjenjang, dan prosedur pengerjaannya yang
banyak memanipulasi bentuk-bentuk membuat siswa seringkali mengalami kesulitan.
Hal ini menuntut peraga yang tepat, yang mampu membantu siswa memahami konsep
yang diajarkan dan mampu mengatasi keberagaman kecepatan belajar dan gaya
belajar siswa, serta mengatasi keterbatasan yang ada pada guru.
Menurut Sierwalds ( dalam Davasligil,
2005 )
dalam belajar jangka
panjang, kreativitas seorang pelajar lebih tinggi dari pada seseorang yang
tidak bersekolah. Kegiatan belajar
mengajar diperlukan suatu proses pada diri siswa untuk mencoba,
dan melakukan analisis pada suatu obyek. Dengan adanya suatu usaha dalam proses
diharapkan siswa dapat menunjukkan perubahan hasil belajarnya menjadi lebih
baik, pada ranah kognitif, afektif, maupun psikomotoriknya. Sehingga diperlukan
suatu usaha yang melibatkan siswa aktif, yang nampak dari aktivitas yang harus
diperhatikan, sehingga akan menunjukkan suatu perubahan hasil belajar yang
optimal. Hal ini ditunjukkan oleh efektifitas dalam pembelajaran.
Pentingnya suatu penggunaan strategi pembelajaran dalam
kegiatan belajar mengajar, sehingga perlunya adanya suatu strategi pembelajaran
yang sesuai dengan materi yang diajarkan. Salah satu
strategi yang sesuai yaitu Pembelajaran patern of student creativity yang dapat memberikan pembelajaran bermakna dan efektif
bagi siswa, serta dapat mengembangkan aktivitas dan kreativitas
siswa, dengan bimbingan guru sehingga hasil belajar siswa akan lebih baik dan
optimal.
STRATEGI PATERN STUDENT OF CREATIVITY
Adapun tahapan strategi
patern of student creativity adalah sebagai berikut :
1) Interaksi : Memudahkan interaksi guru dan peserta didik maupun antar peserta
didik
2) VariasiKerjaPesertaDidik :memungkinkanpesertadidikbekerjasecara,
perorangan,
berpasangan , ataupunkelompok.
3) Aktivitas
:suatu proses kegiatan yang meliputi kegiatan yang bersifat fisik
maupun
mental.dimana menurut
Paul B. Diedrich (dalam Sardiman, 2007)
aktivitas siswa dalam belajar
digolongkan atas 8 kelompok.
4) Kreativitas:suatu proses
yang tercermin dalam kelancaran, kelenturan
(fleksibilitas) dan originalitas
dalam berfiir (Munandar, 1977).
5) Bimbingan
: Kegiatan bimbingan ini dilakukan oleh guru, dimana guru
akan meberikan bimbingan
baik secara individu maupun secara klasikal
selama kegiatan belajar mengajar
berlangsung.
PENUTUP
Dengan lembar kreativitas ini diharapkan,
guru mampu menciptakan suatu suasana pembelajaran yang terdapat kreativitas,
dan dapat meningkatkan aktivitas dan kreatifitas
siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar bagi siswa
dan menghilangkan kejemuan saat belajar matematika. Juga sebagai motivasi meningkatkan kemampuan yang bervariasi yang
dapat juga dugunakan sebagai media atau alat peraga bantu, dimana pembelajaran
tidak lagi secara buku teks saja tetapi lebih kearah media yang penuh
kreativitas yang dilengkapi dengan gambar dan format yang jelas serta
mengandung pola-pola kreativitas.
![]() |
| Tangram Hati |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar