Kamis, 10 Mei 2012

PATERN OF STUDENT CREATIVITY

Tangram Bujur Sangkar

PENDAHULUAN
Dalam proses pembelajaran matematika di sekolah terdapat beberapa permasalahan. Terkait dengan karakteristik matematika, objeknya yang abstrak, konsep dan prinsipnya berjenjang, dan prosedur  pengerjaannya yang banyak memanipulasi bentuk-bentuk membuat siswa seringkali mengalami kesulitan. Hal ini menuntut peraga yang tepat, yang mampu membantu siswa memahami konsep yang diajarkan dan mampu mengatasi keberagaman kecepatan belajar dan gaya belajar siswa, serta mengatasi keterbatasan yang ada pada guru. 
Menurut Sierwalds ( dalam Davasligil, 2005 ) dalam belajar jangka panjang, kreativitas seorang pelajar lebih tinggi dari pada seseorang yang tidak bersekolah. Kegiatan belajar mengajar diperlukan suatu proses pada diri siswa untuk mencoba, dan melakukan analisis pada suatu obyek. Dengan adanya suatu usaha dalam proses diharapkan siswa dapat menunjukkan perubahan hasil belajarnya menjadi lebih baik, pada ranah kognitif, afektif, maupun psikomotoriknya. Sehingga diperlukan suatu usaha yang melibatkan siswa aktif, yang nampak dari aktivitas yang harus diperhatikan, sehingga akan menunjukkan suatu perubahan hasil belajar yang optimal. Hal ini ditunjukkan oleh efektifitas dalam pembelajaran.
Pentingnya suatu penggunaan strategi pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga perlunya adanya suatu strategi pembelajaran yang sesuai dengan materi yang diajarkan. Salah satu strategi yang sesuai yaitu  Pembelajaran patern of student creativity yang dapat memberikan pembelajaran bermakna dan efektif bagi siswa, serta dapat mengembangkan aktivitas dan kreativitas siswa, dengan bimbingan guru sehingga hasil belajar siswa akan lebih baik dan optimal.

STRATEGI PATERN STUDENT OF CREATIVITY

Adapun tahapan strategi patern of student creativity adalah sebagai berikut :
1)   Interaksi  : Memudahkan interaksi guru dan peserta didik maupun antar peserta 
     didik
2)   VariasiKerjaPesertaDidik  :memungkinkanpesertadidikbekerjasecara, perorangan, 
      berpasangan , ataupunkelompok.
3)   Aktivitas :suatu proses kegiatan yang meliputi kegiatan yang bersifat fisik 
     maupun mental.dimana menurut Paul B. Diedrich (dalam Sardiman, 2007) 
     aktivitas siswa dalam belajar digolongkan atas 8 kelompok.
4)   Kreativitas:suatu proses yang tercermin dalam kelancaran, kelenturan 
     (fleksibilitas) dan originalitas dalam berfiir (Munandar, 1977).
5)   Bimbingan : Kegiatan bimbingan ini dilakukan oleh guru, dimana guru 
     akan meberikan bimbingan baik secara individu maupun secara klasikal 
     selama kegiatan belajar mengajar berlangsung.

PENUTUP

Dengan lembar kreativitas ini diharapkan, guru mampu menciptakan suatu suasana pembelajaran yang terdapat kreativitas, dan dapat meningkatkan aktivitas dan kreatifitas siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar bagi siswa dan menghilangkan kejemuan saat belajar matematika. Juga sebagai motivasi meningkatkan kemampuan yang bervariasi yang dapat juga dugunakan sebagai media atau alat peraga bantu, dimana pembelajaran tidak lagi secara buku teks saja tetapi lebih kearah media yang penuh kreativitas yang dilengkapi dengan gambar dan format yang jelas serta mengandung pola-pola kreativitas.

Tangram Hati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar